Minggu, 17 Mei 2020

bahasa indonesia

Mengenal Perbedaan Buku Fiksi dan Nonfiksi


Sebagian dari kita mungkin tidak asing dengan istilah fiksi dan nonfiksi. Singkatnya, buku fiksi adalah hasil imajinasi, sementara buku nonfiksi berdasarkan fakta. Tapi, apa itu saja bedanya?
Pada dasarnya, buku fiksi merujuk kepada buku yang isinya fiktif, artinya tidak nyata, rekaan, imajinasi, atau khayalan. Isi dari buku ini berasal dari imajinasi penulisnya. Walaupun adakalanya tokoh, alur cerita, atau latar bisa merujuk kepada sesuatu yang benar-benar ada.
Katakan saja sebuah novel dengan tokoh bernama Albert Einstein, yang ketika mengenyam studi di Universitas Zurich tanpa sengaja menemukan mesin waktu. Albert Einstein mungkin orang yang betul-betul ada, Universitas Zurich juga benar merupakan universitas tempat Einstein mendapat gelar Ph.D., tapi novel tersebut tetaplah karya fiksi karena alur ceritanya bukanlah kejadian sesungguhnya.
Lalu bagaimana dengan buku fiksi yang terinspirasi dari kisah nyata? Apakah disebut fiksi juga atau nonfiksi? Jawabannya fiksi, karena penulis pasti memasukkan sesuatu yang mengacu pada imajinasinya di dalam cerita tersebut, baik itu tokoh fiktif, adegan, maupun tempat.
Walaupun buku fiksi dapat ditulis dengan mengandalkan imajinasi, bukan berarti penulisnya tidak memerlukan riset. Justru karena ceritanya merupakan produk khayalan, adakalanya penulis harus memberi penjelasan agar pembaca merasa bahwa ceritanya masuk akal dan tidakabsurd, kecuali penulis memberikan makna di baliknya. Karena itu, tidak jarang lho pengarang novel sampai perlu melakukan riset agar isi bukunya lebih berkualitas.
Secara tradisional, fiksi bisa termasuk novel, cerita pendek, fabel, legenda, mitos, dongeng, epik dan puisi naratif, sandiwara (termasuk opera, teater musikal, drama, permainan boneka, dan berbagai jenis tarian teatrikal). Namun, fiksi juga dapat mencakup buku komik, dan berbagai kartun animasi, stop motion, anime, manga, film, permainan video, program radio, program televisi (komedi dan drama), dan lain sebagainya.

Buku Nonfiksi

Berbeda dengan buku fiksi, buku nonfiksi berisi data dan fakta di dalamnya, sehingga tidak sembarang orang dapat menulis buku nonfiksi. Isinya harus dapat dipertanggungjawabkan sebagai suatu kebenaran. Artinya, penulis buku nonfiksi harus hati-hati dalam menyusun buku nonfiksi.
Buku nonfiksi memiliki banyak ragam, seperti biografi dan ensiklopedia. Buku pelajaran yang teman-teman pakai juga termasuk buku nonfiksi lho. Selain itu, buku-buku hasil penelitian, sejarah, sains, kesehatan, dan tips juga masuk ke dalam kategori buku nonfiksi.

Mengidentifikasi Nilai-Nilai dalam Buku Fiksi dan Nonfiksi

Untuk menilai isi buku fiksi maupun nonfiksi diperlukan adanya nilai-nilai dari suatu buku yang dapat mengacu pada kelebihan maupun kekurangan.
Berikut macam-macam nilai yang terdapat pada cerita fiksi maupun nonfiksi:
1. Nilai Sosial, yaitu nilai yang berkaitan dengan hubungan antar masyarakat yang memperhatikan kepentingan umum, misalnya: menolong, bergotong royong, menderma dan lain-lain.
2. Nilai Budaya, yaitu nilai yang yang berkaitan dengan kepercayaan, adat istiadat, kesenian, dan akal budi yang sudah menjadi kebiasaan yang sulit untuk diubah.
3. Nilai Ekonomi, yaitu nilai yang berkaitan dengan pemanfaatan asas-asas produksi, distribusi, konsumsi, dan kekayaan, misalnya: keuangan, waktu, tenaga, industri, dan perdagangan.
4. Nilai Filsafat, yaitu nilai yang berkaitan dengan hakikat, sebab, asal, dan hukum sesuatu.
Masih banyak lagi nilai-nilai yang belum tersebutkan diatas seperti nilai kebersihan, nilai etika dan sebagainya. Namun empat nilai diatas sudah cukup mewakili nilai-nilai yang terkandung dalam buku fiksi maupun nonfiksi. Pada dasarnya, buku fiksi maupun nonfiksi memiliki dasar nilai-nilai yang sama, yang membedakan danyalah pada jenis buku yang kita baca.

Kamis, 14 Mei 2020

-EKONOMI-

Contoh soal mencari sisa hasil Usaha ( SHU ) ekonomi kelas X

Contoh soal cara mencari sisa hasil usaha adalah :

Soal :

Koperasi Maju Bersama akhir tahun 2017 memperoleh SHU sebesar Rp4.100.000 dialokasikan untuk jasa pinjaman 15% dan jasa modal 25% dan data lainnya sebagai berikut simpanan pokok seluruh anggota Rp.20.090.000 simpanan wajib Rp.5.000.000 pinjaman seluruh anggota Rp.10.000.000 aditya seorang anggota koperasi mempunyai simpanan pokok Rp.100.000 simpanan wajib Rp.120.000 jumlah pinjaman Diana Rp.1.000.000 berdasarkan data SHU yang diterima Diana  adalah?

Pembahasan
Berdasarkan soal diatas, maka SHU yang diperoleh Diana adalah

1. SHU dari Jasa Modal

JM = (Total simpanan Diana / Total simpanan koperasi) x Persentase x SHU

     = (Rp.100.000 + Rp.120.000 / Rp.20.090.000 + Rp.5.000.000) x 15% x Rp.4.100.000

     = Rp.220.000 /Rp.25.090.000 x 15% x Rp.4.100.000

     = Rp.5.392,59

2. SHU dari jasa anggota

JA = (Pinjaman Diana / Pinjaman seluruh anggota) x persentase x SHU

    = (Rp.1.000.000 / Rp.10.000.000) x 25% x Rp.4.100.000

    = Rp.102.500

Jadi SHU yang diterima Diana adalah

SHU = JM + JS

       = Rp.5.392,59 + Rp.102.500

       = Rp.107.892,59

Jadi SHU yang diterima Diana adalah Rp.107.892,59

koperasi merupakan sebuah badan usaha yang berasaskan kekeluargaan, maka semua permasalahan yang ada pada koperasi harus diselesaikan dengan cara kekeluargaan, yaitu melalui rapat anggota.

Rapat anggota koperasi terdiri dari dua jenis yaitu :

Rapat anggota biasa, yaitu rapat yang dilaksanakan 1 kali dalam setahun.
Rapat anggota luar biasa, yaitu rapat anggota yang harus dilaksanakan dikarenakan suatu keadaan yang mendesak, dan mengharuskan sebuah keputusan segera diambil dan keputusan tersebut berada pada wewenang rapat anggota

Rumus pembagian SHU bisa kita lihat seperti dibawah ini:
SHU Koperasi = Y+ X
Keterangan
SHU KoperasiSisa Hasil Usaha per Anggota
YSHU Koperasi yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi
XSHU Koperasi yang dibagi atas Modal Usaha
SHU Anggota dengan model matematika, dapat dihitung sebagai berikut:
SHU Koperasi AE : Ta/Tk (Y) | SHU Koperasi MU : Sa/Sk (X)
Keterangan
YJasa usaha anggota koperasi
XJasa modal anggota koperasi
TaTotal transaksi anggota koperasi
TkTotal transaksi koperasi
SaJumlah simpanan anggota koperasi
SkTotal simpanan anggota koperasi
Contoh soal !
Pada akhir periode akuntansi koperasi “ ANAKBANGSA” memiliki data sebagai berikut.
Pendapatan dari anggota =Rp 1.400.000,00
Pendapatan dari bukan anggota=Rp 500.000,00
Beban total =Rp 600.000,00
Berdasarkan Rapat Anggota Tahunan, SHU dibagi sebagai berikut :
Dana cadangan = 40 %
Jasa simpanan = 20 %
Jasa anggota = 25 % 
Jasa lain-lain = 15 %
Jika beban dialokasikan pada beban anggota sebesar 70 % dan beban bukan anggota sebesar 30 % , maka besarnya jasa anggota adalah...