Minggu, 12 Juli 2020

BAHASA LAMPUNG

KELAS XI IPA 2 (09.15-09.45)

Pertemuan Pertama (13 Juli 2020)
Assalamualaikum anak-anak ku kelas XI IPA 2 seunyin ni..
TABIK PUUNNNN.....
Api kabagh???
Kekalau gham seunyinni dilom keadaan sehat..
Dilom semester sinji, mata pelajaran bahasa Lampung tetap jama ibu Andika Putri
Semoga anak-anak ku tetap semangat belajagh ni walaupun suasana makkung dacok tatap muka di sekula..

Materi si pertama dilom semester sinji iyulah materi tentang PUNGO PANDAI

Ghani sinji ibu haga ngejelasko sekilas mengenai materi tersebut.

Pungo Pandai 

Teks secara harfiah (kata demi katanya) pungo pandai terdiri dari 2 kata yaitu pungo (O), pungu (A) = tangan, dan pandai (A/O) = tahu, lalu digabungkan menjadi pungo/pungu pandai = tangan pintar.  Sepakat menjadi "tangan pintar"  tergolong idiom atau ungkapan yang memiliki kata kiasan, makna konotatif (makna kias) yang  artinya serba bisa. Suatu macam keahlian, pengetahuan, yang dimiliki oleh satu orang dinamakan pungo pandai atau bisa disebut sebagai all round/serba bisa. Jadi, pungo pandai merupakan seseorang yang memiliki keahlian/ bakat, pengetahuan yang lebih dari satu atau dikatakan orang yang serba bisa.

Penjelasan di atas merupako sekilas materi si bakal gham pelajaghi di awal semester1 hinji. Haghapan ibu, kekalau anak-anak ku seunyinni khususni kelas XI IPA 2 selalu semangat dan tetap mengikuti pembelajaran daring secara aktif dan disiplin. Semoga anak-anak ku dacok lebih baik lagi anjak semakkung ni.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Sampai jumpa luwot di Minggu selanjutni...

PKWU Materi kerajinan Limbah berbentuk bangun datar kelas XI



Pengertian Limbah berbentuk bangun datar dan Contohnya, Limbah Organik, dan Anorganik

Kalau berbicara mengenai kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar nantinya akan mencakup berbagai aspek seperti perencanaan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar, sistem produksinya, perhitungan titik impas atau break event point, strategi promosinya dan sebagainya. Namun sebelum itu, apasih sebenarnya limbah berbentuk bangun datar itu? Pengertian limbah berbentuk bangun datar, seperti apa bentuk dan contohnya, termasuk juga pengertian limbah organik dan anorganik. Materai kewirausahaan pada pelajaran prakarya dan kewirausahaan disajikan untuk mengenal konsep kewirausahaan, latihan mengembangkan usaha, mendapatkan pengalaman praktis berwirausaha, menimbulkan minat berwirausaha dan mengembangkan potensi berwirausaha. Ditujukan untuk mempelajari dan memanfaatkan limbah dari bahan berbentuk bangun datar untuk dibuat menjadi produk kerajinan yang unik dan menarik, diharapkan dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan, khususnya memanfaatkan bahan limbah berbentuk bangun datar menjadi produk kerajinan yang bernilai estetika, bermutu, memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Berikut pengertian, apa itu limbah berbentuk bangun datar, contohnya.

Ada dua macam limbah yaitu limbah organik dan limbah anorganik

Pengertian limbah organik: limbah organik adalah limbah yang bisa dengan mudah diuraikan atau mudah membusuk

Contoh limbah organik: kulit buah, sayuran, kotoran manusia dan hewan.

Pengertian limbah anorganik: limbah anorganik adalah jenis limbah yang bewujud, sangat sulit atau bahkan sulit untuk diuraikan atau tidak bisa membusuk

Contoh limbah anorganik: kaleng bekas, botol, plastik, karet sintetis, potongan atau pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, dan pecah pecahan gelas.

Apa itu limbah berbentuk bangun datar?

Pengertian limbah berbentuk bangun datar: limbah berbentuk bangun datar adalah limbah yang memiliki sisi panjang dan lebar sehingga tidak mempunyai ruang. Limbah berbentuk bangun datar dapat berupa bidang beraturan seperti lingkaran, segi empat, segitiga, dan bangun tidak beraturan. Contoh limbah berbentuk bangun datar antara lain:

Contoh limbah berbentuk bangun datar: daun, kertas, kain perca, dan plastik.

Minggu, 17 Mei 2020

bahasa indonesia

Mengenal Perbedaan Buku Fiksi dan Nonfiksi


Sebagian dari kita mungkin tidak asing dengan istilah fiksi dan nonfiksi. Singkatnya, buku fiksi adalah hasil imajinasi, sementara buku nonfiksi berdasarkan fakta. Tapi, apa itu saja bedanya?
Pada dasarnya, buku fiksi merujuk kepada buku yang isinya fiktif, artinya tidak nyata, rekaan, imajinasi, atau khayalan. Isi dari buku ini berasal dari imajinasi penulisnya. Walaupun adakalanya tokoh, alur cerita, atau latar bisa merujuk kepada sesuatu yang benar-benar ada.
Katakan saja sebuah novel dengan tokoh bernama Albert Einstein, yang ketika mengenyam studi di Universitas Zurich tanpa sengaja menemukan mesin waktu. Albert Einstein mungkin orang yang betul-betul ada, Universitas Zurich juga benar merupakan universitas tempat Einstein mendapat gelar Ph.D., tapi novel tersebut tetaplah karya fiksi karena alur ceritanya bukanlah kejadian sesungguhnya.
Lalu bagaimana dengan buku fiksi yang terinspirasi dari kisah nyata? Apakah disebut fiksi juga atau nonfiksi? Jawabannya fiksi, karena penulis pasti memasukkan sesuatu yang mengacu pada imajinasinya di dalam cerita tersebut, baik itu tokoh fiktif, adegan, maupun tempat.
Walaupun buku fiksi dapat ditulis dengan mengandalkan imajinasi, bukan berarti penulisnya tidak memerlukan riset. Justru karena ceritanya merupakan produk khayalan, adakalanya penulis harus memberi penjelasan agar pembaca merasa bahwa ceritanya masuk akal dan tidakabsurd, kecuali penulis memberikan makna di baliknya. Karena itu, tidak jarang lho pengarang novel sampai perlu melakukan riset agar isi bukunya lebih berkualitas.
Secara tradisional, fiksi bisa termasuk novel, cerita pendek, fabel, legenda, mitos, dongeng, epik dan puisi naratif, sandiwara (termasuk opera, teater musikal, drama, permainan boneka, dan berbagai jenis tarian teatrikal). Namun, fiksi juga dapat mencakup buku komik, dan berbagai kartun animasi, stop motion, anime, manga, film, permainan video, program radio, program televisi (komedi dan drama), dan lain sebagainya.

Buku Nonfiksi

Berbeda dengan buku fiksi, buku nonfiksi berisi data dan fakta di dalamnya, sehingga tidak sembarang orang dapat menulis buku nonfiksi. Isinya harus dapat dipertanggungjawabkan sebagai suatu kebenaran. Artinya, penulis buku nonfiksi harus hati-hati dalam menyusun buku nonfiksi.
Buku nonfiksi memiliki banyak ragam, seperti biografi dan ensiklopedia. Buku pelajaran yang teman-teman pakai juga termasuk buku nonfiksi lho. Selain itu, buku-buku hasil penelitian, sejarah, sains, kesehatan, dan tips juga masuk ke dalam kategori buku nonfiksi.

Mengidentifikasi Nilai-Nilai dalam Buku Fiksi dan Nonfiksi

Untuk menilai isi buku fiksi maupun nonfiksi diperlukan adanya nilai-nilai dari suatu buku yang dapat mengacu pada kelebihan maupun kekurangan.
Berikut macam-macam nilai yang terdapat pada cerita fiksi maupun nonfiksi:
1. Nilai Sosial, yaitu nilai yang berkaitan dengan hubungan antar masyarakat yang memperhatikan kepentingan umum, misalnya: menolong, bergotong royong, menderma dan lain-lain.
2. Nilai Budaya, yaitu nilai yang yang berkaitan dengan kepercayaan, adat istiadat, kesenian, dan akal budi yang sudah menjadi kebiasaan yang sulit untuk diubah.
3. Nilai Ekonomi, yaitu nilai yang berkaitan dengan pemanfaatan asas-asas produksi, distribusi, konsumsi, dan kekayaan, misalnya: keuangan, waktu, tenaga, industri, dan perdagangan.
4. Nilai Filsafat, yaitu nilai yang berkaitan dengan hakikat, sebab, asal, dan hukum sesuatu.
Masih banyak lagi nilai-nilai yang belum tersebutkan diatas seperti nilai kebersihan, nilai etika dan sebagainya. Namun empat nilai diatas sudah cukup mewakili nilai-nilai yang terkandung dalam buku fiksi maupun nonfiksi. Pada dasarnya, buku fiksi maupun nonfiksi memiliki dasar nilai-nilai yang sama, yang membedakan danyalah pada jenis buku yang kita baca.

Kamis, 14 Mei 2020

-EKONOMI-

Contoh soal mencari sisa hasil Usaha ( SHU ) ekonomi kelas X

Contoh soal cara mencari sisa hasil usaha adalah :

Soal :

Koperasi Maju Bersama akhir tahun 2017 memperoleh SHU sebesar Rp4.100.000 dialokasikan untuk jasa pinjaman 15% dan jasa modal 25% dan data lainnya sebagai berikut simpanan pokok seluruh anggota Rp.20.090.000 simpanan wajib Rp.5.000.000 pinjaman seluruh anggota Rp.10.000.000 aditya seorang anggota koperasi mempunyai simpanan pokok Rp.100.000 simpanan wajib Rp.120.000 jumlah pinjaman Diana Rp.1.000.000 berdasarkan data SHU yang diterima Diana  adalah?

Pembahasan
Berdasarkan soal diatas, maka SHU yang diperoleh Diana adalah

1. SHU dari Jasa Modal

JM = (Total simpanan Diana / Total simpanan koperasi) x Persentase x SHU

     = (Rp.100.000 + Rp.120.000 / Rp.20.090.000 + Rp.5.000.000) x 15% x Rp.4.100.000

     = Rp.220.000 /Rp.25.090.000 x 15% x Rp.4.100.000

     = Rp.5.392,59

2. SHU dari jasa anggota

JA = (Pinjaman Diana / Pinjaman seluruh anggota) x persentase x SHU

    = (Rp.1.000.000 / Rp.10.000.000) x 25% x Rp.4.100.000

    = Rp.102.500

Jadi SHU yang diterima Diana adalah

SHU = JM + JS

       = Rp.5.392,59 + Rp.102.500

       = Rp.107.892,59

Jadi SHU yang diterima Diana adalah Rp.107.892,59

koperasi merupakan sebuah badan usaha yang berasaskan kekeluargaan, maka semua permasalahan yang ada pada koperasi harus diselesaikan dengan cara kekeluargaan, yaitu melalui rapat anggota.

Rapat anggota koperasi terdiri dari dua jenis yaitu :

Rapat anggota biasa, yaitu rapat yang dilaksanakan 1 kali dalam setahun.
Rapat anggota luar biasa, yaitu rapat anggota yang harus dilaksanakan dikarenakan suatu keadaan yang mendesak, dan mengharuskan sebuah keputusan segera diambil dan keputusan tersebut berada pada wewenang rapat anggota

Rumus pembagian SHU bisa kita lihat seperti dibawah ini:
SHU Koperasi = Y+ X
Keterangan
SHU KoperasiSisa Hasil Usaha per Anggota
YSHU Koperasi yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi
XSHU Koperasi yang dibagi atas Modal Usaha
SHU Anggota dengan model matematika, dapat dihitung sebagai berikut:
SHU Koperasi AE : Ta/Tk (Y) | SHU Koperasi MU : Sa/Sk (X)
Keterangan
YJasa usaha anggota koperasi
XJasa modal anggota koperasi
TaTotal transaksi anggota koperasi
TkTotal transaksi koperasi
SaJumlah simpanan anggota koperasi
SkTotal simpanan anggota koperasi
Contoh soal !
Pada akhir periode akuntansi koperasi “ ANAKBANGSA” memiliki data sebagai berikut.
Pendapatan dari anggota =Rp 1.400.000,00
Pendapatan dari bukan anggota=Rp 500.000,00
Beban total =Rp 600.000,00
Berdasarkan Rapat Anggota Tahunan, SHU dibagi sebagai berikut :
Dana cadangan = 40 %
Jasa simpanan = 20 %
Jasa anggota = 25 % 
Jasa lain-lain = 15 %
Jika beban dialokasikan pada beban anggota sebesar 70 % dan beban bukan anggota sebesar 30 % , maka besarnya jasa anggota adalah...

Kamis, 30 April 2020

KIMIA

Hari/tanggal : Kamis / 30 April 2020
Kelas : X IPA 2,3
Materi : Konsep Mol
KD : 3.9-4.9



Sebelum belajar tentang konsep mol, kalian harus paham tentang penyetaraan reaksi-reaksi kimia karena konsep mol erat kaitannya dengan penyetaraan reaksi kimia. Reaksi kimia adalah reaksi perubahan dari zat pereaksi (reaktan) menjadi zat hasil reaksi (produk). Reaksi kimia terdiri dari reaksi pembakaran, pembentukan, penguraian, dan penetralan. Reaksi-reaksi tersebut dipengaruhi oleh jenis reaktan maupun produknya. Membahas masalah reaksi kimia tidak bisa lepas dari suatu persamaan. Persamaan tersebut menunjukkan hubungan kuantitatif antara reaktan dan produk, sehingga disebut sebagai persamaan reaksi.
Jika belajar tentang persamaan reaksi, Sebelum belajar tentang konsep mol, harus paham tentang penyetaraan reaksi-reaksi kimia karena konsep mol erat kaitannya dengan penyetaraan reaksi kimia. Reaksi kimia adalah reaksi perubahan dari zat pereaksi (reaktan) menjadi zat hasil reaksi (produk). Reaksi kimia terdiri dari reaksi pembakaran, pembentukan, penguraian, dan penetralan. Reaksi-reaksi tersebut dipengaruhi oleh jenis reaktan maupun produknya. Membahas masalah reaksi kimia tidak bisa lepas dari suatu persamaan. Persamaan tersebut menunjukkan hubungan kuantitatif antara reaktan dan produk, sehingga disebut sebagai persamaan reaksi.
Jika belajar tentang persamaan reaksi, kita akan mengenal istilah koefisien reaksi dan indeks reaksi. Koefisien reaksi adalah bilangan yang berada di sebelah kiri unsur, sedangkan indeks reaksi adalah bilangan yang terletak di sebelah kanan bawah unsur. Perhatikan contoh berikut reaksi pembentukan amonia berikut.
Berdasarkan persamaan di atas, diperoleh keterangan berikut.
  • Reaktan (zat yang bereaksi) = N2 dan H2.
  • Produk (zat hasil reaksi) = NH3.
  • Koefisien reaksi = 1 di depan NH23 di depan H2, dan 2 di depan NH3.
  • Indeks reaksi = 2 di sebelah kanan bawah N, 2 di sebelah kanan bawah H, dan 3 di sebelah kanan bawah NH.
n akan mengenal istilah koefisien reaksi dan indeks reaksi. Koefisien reaksi adalah bilangan yang berada di sebelah kiri unsur, sedangkan indeks reaksi adalah bilangan yang terletak di sebelah kanan bawah unsur. Perhatikan contoh berikut reaksi pembentukan amonia berikut.
Berdasarkan persamaan di atas, diperoleh keterangan berikut.
  • Reaktan (zat yang bereaksi) = N2 dan H2.
  • Produk (zat hasil reaksi) = NH3.
  • Koefisien reaksi = 1 di depan NH23 di depan H2, dan 2 di depan NH3.
  • Indeks reaksi = 2 di sebelah kanan bawah N, 2 di sebelah kanan bawah H, dan 3 di sebelah kanan bawah NH.







Penyetaraan reaksi dapat dilakukan dengan menyamakan jumlah atom antara reaktan dan produk, contohnya sebagai berikut.
Coba perhatikan, apakah reaksi di atas sudah setara?
Ternyata belum ya, karena jumlah atom di bagian reaktan tidak sama dengan produk. Bagaimana bisa?
  • Atom H di bagian reaktan dan produk sudah sama, yaitu berjumlah 2.
  • Atom O di bagian reaktan berjumlah 2, tetapi di bagian produk hanya berjumlah 1.
Hasil penyetaraan:
Perhatikan kembali, apakah reaksi di atas sudah setara?
  • Atom H di bagian reaktan dan produk sudah sama, yaitu berjumlah 4.
  • Atom O di bagian reaktan dan produk sudah sama, yaitu berjumlah 2.
Dengan demikian, reaksi di atas sudah setara
Untuk reaksi kimia yang rumit, bisa mengikuti langkah-langkah berikut.
  1. Menambahkan koefisien reaksi dalam bentuk variabel, misalnya abc, dan seterusnya.
  2. Menyamakan jumlah atom di bagian reaktan dan produk.
  3. Menyelesaikan persamaan matematis yang terbentuk dengan adanya variabel tersebut.

Persentase Massa Unsur

Senyawa kimia identik dengan rumus-rumus kimia yang dinyatakan dengan unsur-unsur tertentu, contohnya air (H2O), oksigen (O2), dan glukosa (C6H12O6). Setiap unsur penyusun tersebut memiliki massa berbeda-beda. Untuk menghitung persentase massa unsur, gunakan persamaan berikut.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal berikut.
Diketahui massa atom relatif (Ar) dari H = 1, C = 12, O = 16. Tentukan persentase massa unsur C dalam senyawa glukosa (C6H12O6)!
Pembahasan:
Pertama, harus mencari massa molekul relatif (Mr) dari glukosa.
Tentukan persentase massa unsur C dalam glukosa.
Jadi, persentase massa unsur C di dalam glukosa adalah 40%. Mudah, bukan?

Pengertian Mol

Mol merupakan jumlah tertentu untuk menyatakan banyaknya suatu zat yang berukuran mikroskopis. Satu mol menunjukkan banyaknya partikel yang terkandung dalam suatu zat yang jumlahnya sama dengan jumlah partikel dalam 12 gram atom C-12. Memang, ada berapa sih partikel dalam 12 gram atom C-12? Seorang ilmuwan bernama Avogadro berhasil menghitung banyaknya partikel dalam 12 gram atom C-12, yaitu sebanyak 6,02 × 1023 partikel. Sungguh besaran yang tidak dapat dijangkau dengan indera manusia. Bilangan tersebut lebih dikenal sebagai bilangan Avogadro. Untuk 1 mol zat mengandung 6,02 × 1023 partikel. Dengan demikian, hubungan antara jumlah mol dan jumlah partikel dirumuskan sebagai berikut.

Massa Molar

Massa molar adalah massa satu mol zat yang nilainya sama dengan massa atom relatif (Ar) pada atom dan massa molekul relatif (Mr) pada senyawa. Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut.
 

Volume Molar

Volume molar ini biasanya berlaku pada gas. Volume molar menunjukkan volume 1 mol gas pada suhu dan tekanan tertentu. Pada kondisi standar (suhu 0o C dan tekanan 1 atm), volume molar gas bernilai 22,4 L. secara matematis, dirumuskan sebagai berikut.
Perhatikan contoh soal berikut.
Tentukan volume dari 2 mol O2 pada kondisi STP!
Pembahasan:
Pada kondisi STP (standar), volume molar gas O2 dirumuskan sebagai berikut.
Jadi, volume molar O2 pada kondisi STP adalah 44,8 L. harus ingat, bahwa persamaan di atas hanya berlaku pada kondisi STP (standar). Jika tidak berada pada kondisi STP, volume molar gas bisa ditentukan dengan rumus berikut.
1) Saat berada pada kondisi To C dan tekanan P atm, gunakan persamaan berikut.
Keterangan:
P = tekanan (atm);
V = volume (liter);
= jumlah mol;
R = konstanta gas ideal (0,082 L.atm/mol.K);
T = suhu gas (K); dan
1 atm = 76 cmHg = 760 mmHg.
2) Saat berada di suhu ruang (room temperature), gunakan persamaan berikut.
 
3) Saat diminta perbandingan antara volume gas satu dan lainnya pada suhu dan tekanan tertentu, gunakan persamaan berikut.
Keterangan:
n1 = jumlah mol gas ke-1;
n2= jumlah mol gas ke-2;
V1 = volume gas ke-1; dan
V2 = volume gas ke-2.
Untuk mengasah kemampuan Quipperian tentang konsep mol, simak contoh soal berikut ini.

Contoh soal 1

Pada suhu dan tekanan massa dari 1 liter gas A adalah seperempat dari massa 1 liter gas SO3. Tentukan massa molekul relatif gas A tersebut! (Ar O = 16, S = 32)
Pembahasan:
Sebelum menghitung massa molekul relatif gas A, Quipperian harus mencari dahulu massa molekul relatif gas SO3.
 
Massa 1 liter gas A seperempat dari massa 1 liter gas SO3, sehingga:
Jadi, massa molekul relatif gas A adalah 80.
Ternyata, ada SUPER “Solusi Quipper” untuk mengerjakan soal di atas, lho.
Lanjut ke contoh soal selanjutnya!

Contoh soal 2

22 gram C3H8 dibakar menggunakan O2 dan menghasilkan CO2 dan H2O. Tentukan mol gas CO2 yang terbentuk! (Ar C = 12, O = 16, H = 1, dan N = 14)
Pembahasan:
Sebelum menentukan jumlah mol gas CO2, harus mencari persamaan reaksi yang sudah setara berdasarkan keterangan pada soal. Adapun persamaan reaksinya adalah sebagai berikut.
Selanjutnya, tentukan massa molekul relatif C3H8.
Lalu, tentukan jumlah mol C3H8.
Menentukan jumlah mol gas CO2 yang terbentuk.
Jadi, jumlah mol gas CO2 yang terbentuk adalah 1,5 mol.